
Provinsi Banten kembali menorehkan sejarah baru dalam dunia pariwisata dan ekonomi kerakyatan. Setelah sebelumnya dikenal dengan nama Kawasan Wisata Baduy Outbound, destinasi unggulan ini kini bertransformasi menjadi Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound. Peresmian perubahan nama sekaligus pengembangan konsep kawasan dilakukan langsung oleh Bupati Kabupaten Serang, Hj. Ratu Rachmatuzakiyah, dalam sebuah momentum penting: Seminar Kemerdekaan bertema “Merdeka Berdaulat: Melahirkan 1 Juta Pengusaha Ekonomi Syariah Dimulai dari Banten.”
Transformasi ini tidak hanya sekadar pergantian nama, tetapi juga mencerminkan arah baru pariwisata Banten yang semakin berorientasi pada konsep halal, ramah keluarga, berwawasan syariah, serta berbasis pemberdayaan masyarakat lokal.
Dari Wisata Outbound ke Wisata Halal
Kawasan Wisata Baduy Outbound sejak awal dikenal sebagai destinasi unggulan yang menawarkan keindahan alam, kegiatan edukatif, dan sarana outbound modern di kawasan Serang, Banten.
Peresmian kawasan ini pada tahun 2016 dilakukan secara langsung oleh Gubernur Banten, H. Rano Karno, dalam sebuah acara Grand Launching bersamaan dengan Pelaksanaan Festival Pencak Silat Seluruh Banten yang meriah dan penuh makna.
Namun, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap wisata halal, kawasan ini kemudian diperluas konsepnya menjadi Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound.
Perubahan ini sejalan dengan visi Banten sebagai salah satu pusat wisata halal di Indonesia. Dengan mayoritas penduduk muslim serta kearifan lokal masyarakat Baduy yang sarat nilai spiritual, kehadiran wisata halal menjadi jawaban atas tren global yang terus berkembang.
Dalam sambutannya, Hj. Ratu Rachmatuzakiyah menegaskan bahwa wisata halal bukan sekadar label, tetapi mencakup standar pelayanan, fasilitas, hingga nilai-nilai syariah yang harus terjaga.
“Wisata halal adalah masa depan. Banten harus menjadi pionir, karena kita memiliki budaya, sejarah, dan sumber daya manusia yang siap berkembang. Kawasan ini adalah langkah nyata kita untuk mewujudkan ekonomi syariah yang kokoh dan berkelanjutan,” ungkap Bupati dalam pidatonya.
Seminar Kemerdekaan dan Visi Ekonomi Syariah
Peresmian ini bertepatan dengan Seminar Kemerdekaan yang mengangkat tema “Merdeka Berdaulat: Melahirkan 1 Juta Pengusaha Ekonomi Syariah Dimulai dari Banten.” Tema ini dipilih untuk menegaskan bahwa kemerdekaan bukan hanya lepas dari penjajahan, tetapi juga mandiri dalam ekonomi, budaya, dan peradaban.
Seminar tersebut menghadirkan berbagai narasumber, mulai dari pakar ekonomi syariah, tokoh masyarakat, akademisi, hingga pelaku usaha muda. Diskusi yang berkembang menyoroti pentingnya mengintegrasikan sektor pariwisata dengan pengembangan ekonomi syariah berbasis masyarakat.
Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound pun dijadikan contoh nyata bagaimana pariwisata tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, terutama melalui pelibatan UMKM, produk halal, serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Konsep Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound
Transformasi kawasan ini membawa sejumlah inovasi, di antaranya:
Fasilitas Outbound Berbasis Edukasi Syariah
Permainan outbound yang ditawarkan tidak hanya mengasah fisik dan mental, tetapi juga dikemas dengan nilai-nilai kebersamaan, kepemimpinan, dan kejujuran sesuai prinsip syariah.
Kuliner Halal dan Produk UMKM Lokal
Seluruh sajian kuliner di kawasan ini terjamin halal, menyajikan makanan khas Banten hingga menu tradisional Baduy. Selain itu, tersedia kios UMKM yang menjual kerajinan tangan, busana etnik, dan produk kreatif masyarakat sekitar.
Akomodasi Ramah Keluarga
Homestay dan penginapan yang disediakan mengedepankan kenyamanan, privasi, serta kelengkapan fasilitas ibadah, sehingga wisatawan muslim merasa tenang selama berkunjung.
Wisata Budaya Baduy
Pengunjung diajak untuk memahami nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Baduy, termasuk filosofi hidup sederhana, menjaga alam, dan tradisi spiritual yang kental.
Eco-Tourism dan Pelestarian Lingkungan
Dengan konsep wisata halal, kawasan ini tetap berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan. Jalur tracking, camping ground, dan wahana alam dirancang ramah lingkungan, sehingga alam tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Prioritas
Salah satu nilai penting dari Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound adalah pemberdayaan masyarakat lokal. Sejak awal, warga sekitar dilibatkan dalam berbagai lini usaha, mulai dari pemandu wisata, pengelola akomodasi, pedagang kuliner, hingga pengrajin UMKM.
Bupati Serang menegaskan bahwa arah pembangunan wisata di Banten harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya kawasan ini, ribuan lapangan kerja baru diproyeksikan terbuka, sekaligus membuka ruang tumbuhnya wirausaha muda berbasis syariah.
“Kita ingin bukan hanya wisatawan yang senang, tetapi juga masyarakat yang bangkit. Dari sinilah lahir pengusaha-pengusaha baru yang menggerakkan ekonomi syariah, dimulai dari desa hingga mendunia,” tegas Hj. Ratu Rachmatuzakiyah.
Dukungan Pemerintah dan Harapan ke Depan
Pemerintah Kabupaten Serang bersama Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen penuh mendukung pengembangan kawasan ini. Selain memberikan fasilitas infrastruktur, pemerintah juga mendorong promosi digital, kerja sama dengan biro perjalanan, hingga program pelatihan untuk masyarakat lokal.
Ke depan, sejumlah program inovatif akan dikembangkan, antara lain:
- Festival Wisata Halal Tahunan yang menampilkan kuliner, budaya, dan produk syariah.
- Pelatihan Kewirausahaan Syariah untuk generasi muda agar melahirkan pengusaha baru.
- Kolaborasi dengan Kampus dan Komunitas dalam riset serta inovasi pariwisata halal.
- Pengembangan Resort Ramah Lingkungan dengan standar internasional yang tetap menjaga kearifan lokal.
Dengan strategi tersebut, diharapkan Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound menjadi ikon baru pariwisata Banten yang mendunia.
Antusiasme Masyarakat dan Wisatawan
Sejak diumumkan perubahan nama dan konsep ini, antusiasme masyarakat begitu besar. Banyak wisatawan yang tertarik berkunjung karena konsep halal menjamin kenyamanan, sementara nilai budaya Baduy tetap menjadi daya tarik unik yang tidak tergantikan.
Para pelaku UMKM juga menyambut baik karena mereka mendapatkan panggung baru untuk memasarkan produk halal kepada pengunjung. Bahkan, beberapa investor telah menyatakan minat untuk berkolaborasi dalam mengembangkan fasilitas tambahan di kawasan ini.
Peresmian Kawasan Wisata Halal Baduy Outbound oleh Bupati Kabupaten Serang Hj. Ratu Rachmatuzakiyah dalam momentum Seminar Kemerdekaan menjadi tonggak penting dalam perjalanan pariwisata dan ekonomi syariah di Banten.
Lebih dari sekadar destinasi wisata, kawasan ini adalah wujud nyata integrasi antara pariwisata halal, pelestarian budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan visi melahirkan 1 juta pengusaha ekonomi syariah dimulai dari Banten, Baduy Outbound kini bertransformasi menjadi ikon baru yang membanggakan, sekaligus memberikan kontribusi besar bagi Indonesia di kancah global.